.quickedit{ display:none; }

September 02, 2014

[FANFICTION] [CHANBAEK/BAEKYEOL] Love is Not All Around, Chapter IV

Chapter IV

Aku dan Minseok berlari ke sanggar, dan langkahku terhenti saat melihat sosok nan tinggi masuk di sana. Tingginya masih asing di ingatanku, tapi kenapa semua di sekitarku seperti menyebutkan satu nama yang mampu membuatku jatuh terpungkur.

Dengan rambut yang acak-akan, kaos kaki yang pendek sebelah, celana yang mudah dilorot oleh siapapun, oh tidakㅡkacamata berlensa minusㅡyang ada di atas hidung, dan mulut yang belepotan saat belum sempat menghabiskan es krim di tangan, aku memasuki sanggar dan..

"YA TUHAN TUAN BYUN BAEKHYUN KAU MENGHANCURKAN REPUTASI SAHABATMU INI", teriakan Jongdae yang membuatku harus sandar di pintu. Aku sangat gila jika mendengarnya berteriak, dan itu bisa membuatku tuli.

Ternyata, mereka semua sudah tiba di sini dan memandangiku secara tajam.

"Maaf aku terlambat. Tadi ada kecelakaan sedikit.", ucapku.

"Baekhyun, apakah kau tau? Kak Chanyeol ada di sini", Kyungsoo tiba-tiba memandangku dan mengucapkan kalimat itu.

Es krimku jatuh di karpet sanggar seketika. Mulutku menganga dan kak Chanyeol keluar dari toilet yang ada di belakang gudang.

"Baekhyun, karpetnya..", Kak Chanyeol menunjuk karpet yang kotor karena ulahku.

August 29, 2014

[FANFICTION EXO/BAEKSOO] Fall .

Genre: Friendship, Fluffy
Cast: Baekhyun as himself, D.O as Kyungsoo, Chanyeol as himself. The other artists as the cameos.
Rating: PG15.
Summary: Aku bukanlah sampah yang setiap waktu harus dibuang. Tapi jika seorang makhluk gila tiba-tiba terjatuh karenaku, apakah dia mengalami hal yang sama denganku?


Fall .



Ujian masuk universitas tidak lama lagi. Baekhyun dan Kyungsoo tak henti-hentinya mengucapkan kalimat itu yang mampu membuat mereka harus terjun dari atap gedung sekolah. Bukannya mereka benci dengan ujian, namun ada satu sosok yang selalu mengacaukan mereka. Sosok itu bukanlah hantu yang cengar-cengir mencari mangsa ataupun siswa nakal yang kerjanya hanya keluar-masuk ruangan konseling, dan bahkan bukan siswi yang tergila-gila akan paras kedua siswa tersebut.

"Hei, aku rasa kita tidak usah kuliah di sana. Kau tahu kan, aku tak mau berurusan dengan senior gila macam dia lagi", Kyungsoo mencoba mengalihkan perhatian Baekhyun saat ia membaca selembar brosur tentang universitas yang ingin dia hindari.

"Tapi mau dimana lagi, Kyungsoo? Inilah salah satu cara agar label 'pembuangan' yang kita miliki selama tiga tahun bisa terlepas. Semua orang tahu kalau universitas itu selalu melakukan tes lebih dahulu dari yang lain dan ya jika kau tidak lulus, universitas yang lain masih ada dan jika kau lebih memilih menolak untuk melakukan ujian di sana, label kita itu bisa diukir di nisan.", jelas Baekhyun sekali-kali menikmati soda yang dibawanya.

"Kamu serius mau mengikuti ujian di sana? Apa tidak takut kena serangan yang lebih parah dari tiga tahun yang lalu? Mengingat kejadian itu rasanya seperti membaca fiksi yang sangatlah tidak masuk akal"

"Apa yang harus aku takutkan? Aku pun yang pernah jadi korbannya tidak merasa terganggu. Lagipula dia melakukan itu hanya untuk kesenangan sesaat, kan? Kyungsoo, dengar. Aku tak ingin kau terlalu berlebihan menyikapinya. Hidup dibawa santai saja. Dan DO KYUNGSOO TATAPANMU ITUㅡHENTIKAN", heboh Baekhyun sembari berlari ke kelas untuk meninggalkan Kyungsoo.

June 06, 2014

[FANFICTION] [CHANBAEK/BAEKYEOL] Love is Not All Around, Chapter III

Chapter Three

Home sweet home.

Rumah yang kutinggali selama belasan tahun ini belum sedikit pun tersentuh oleh gaya rumah modern pada umumnya. Seisi rumah mencoba untuk memperbarui perabotan rumah mulai dari sofa, kursi, ranjang, dll, sekali dalam sebulan. Dua tahun belakangan aku tidak melakukan aktivitas ini seperti biasanya karena satu motto..

Tiada hari tanpa belajar.

Kamarku lumayan menarik. Tampilan dan perabotnya aku yang merancang dan mengaturnya sendiri, dengan referensi di internet. Sentuhan wallpaper yang cukup lovely menimbulkan kesan bahwa aku ternyata anak tunggal yang terlalu polos untuk dikotori. Aku sering menghabiskan waktu luang bersama temanku dengan menonton film, bermain game, atau hanya sekedar tidur.

Aku merebahkan diriku di atas kasur yang luas setelah keluar dari kamar mandi untuk konser solo. Ingatanku kembali mengingat sosok Park Chanyeol yang terlihat sangat ceria setiap saat. Happy virus, Teeth rich, julukan-julukan itu terlalu cocok bagi dia. Tetapi aku sangat bodoh, bukan? Terlalu bodohnya aku juga nomor handphone kak Chanyeol aku tidak mendapatkannya.


June 05, 2014

[FANFICTION] [CHANBAEK/BAEKYEOL] Love is Not All Around, Chapter II

Chapter Two

Di saat kakak tinggi itu mulai memperkenalkan diri, aku merasakan ada yang aneh pada diriku. Jantung yang mulai berdegup kencang, keringat dingin membanjiri seluruh tubuh, mulut yang sangat sulit untuk mengucapkan kata-kata.

Untuk pertama kalinya, dia berbicara kepada semua temanku.

Namanya terdengar mirip dengan namaku.


June 04, 2014

[FANFICTION] [CHANBAEK/BAEKYEOL] Love is Not All Around, Chapter I

Chapter One


Aku Byun Baekhyun. Sering disapa Baekhyun, bersekolah di sekolah favorit seantero negeri, digolongkan sebagai siswa yang memiliki keistimewaan tersendiri, hanya mengetahui menyanyi, menyanyi, dan menyanyi, tak pernah menjadi perwakilan sekolah meski selalu masuk siswa terbaik.

Dan selalu berakhir di kantin saat jam matematika dimulai.

--

14 Januari 2013..

Hari pertama kami kembali bersekolah lagi..
Hari pertama kami memakai seragam putih biru tua lagi..
Hari pertama kami menerima pelajaran dari ibu dan bapak guru lagi..
Hari pertama kami makan di kantin bersama lagi..
Hari pertama kami dengan banyak tawa, amarah, tangisan, dan lagi..

Semua hal di 2012 kembali terulang di tanggal ini. Kecuali satu hal.

Hari pertama kami menerima pelajaran tambahan menjelang kematian, Ujian Akhir.

Sudah diberitakan, bahwa yang bukan pihak sekolah yang mengajar sepulang sekolah. Mereka telah memanggil beberapa senior yang masih asing kukenal lebih mendetail sebagai guru sepulang sekolah. Hal ini tentunya menuai pro dan kontra. Ada beberapa siswa yang setuju, ada juga yang lebih memilih bolos selama satu atau dua minggu sepulang sekolah.

Dan kapan mereka mulai di sini?

Semua siswa di kelasku mulai jenuh menunggu senior yang dimaksud. Dijadwalkan mereka akan mengajar kami untuk pertama kalinya pukul 14.30, dan sekarang sudah 13.45. Sudah lebih satu jam kami menunggu mereka. Sudah lebih satu jam uang jajan kami terkuras karena selalu mengisi perut yang kosong. Sudah lebih sejam, aku mendengarkan dan menyanyikan lagu aneh bersama Jongdae, teman senasibku. Dan sudah lebih sejam, aku ingin pulang lebih awal karena hari ini Jongdae mengajakku untuk merayakan ulang tahun adiknya, Jonginㅡyang notabene lebih dewasa bagi seorang kakak bernama lengkap Kim Jongdae.

Dan akhirnya, satu per satu dari mereka tiba di sekolah. Beberapa dari mereka menggunakan sepeda motor, dan bahkan ada yang menggunakan mobil pribadi. Aku dan beberapa teman yang lain buru-buru masuk ke dalam kelas, takut akan kedatangan bapak konseling yang siap untuk menceramahi kami besok saat Apel Pagi.

Dan mataku tertuju pada sosok pria--tidak--seorang laki-laki yang terlalu tinggi, mata yang terlalu bulat, mengenakan kemeja putih tulang dengan menggulung lengannya, dan terlihat terlalu kekanakan hanya dari raut wajahnya.

Aku berharap bahwa dialah yang masuk di kelasku untuk pertama kalinya.
Aku berharap bahwa dialah yang mengajarku, eye to eye.
Aku berharap bahwa dialah yang bisa membuatku lebih baik.

Aneh juga, seorang siswa jatuh cinta--tidak--mengagumi seorang Mahasiswa lebih dari apapun.

Tetapi ini bukanlah sebuah penghalang.

Semua harapan seorang Siswa yang masih labil kepada seorang kakak--lebih tepatnya seorang Mahasiswa--mulai membanjiri otakku yang penuh dengan semua yang masih belum pantas untuk dipikirkan untuk Siswa seumuranku.

Tapi ternyata harapan itu pupus, satu per satu.

Bukan dia yang masuk di kelasku untuk pertama kalinya.