Manusia masih heran
dengan semua yang dilakukan oleh orang-orang yang lebih hebat daripada dirinya
sendiri. Kenapa manusia memusingi urusan orang lain? Mestinya, dia tidak melakukan
hal yang sebodoh itu. Semestinya, manusia selalu berfikir ke depan. Misalnya,
jika kita sedang mengendarai kendaraan motor, seperti Mobil maupun Motor. Kita
harus fokus ke depan, tertuju kepada arah jalanan. Jika kita sedikit saja
menengok secara sembarangan, akibatnya bisa fatal. Kemungkinan besar,
kecelakaan tunggal, kecelakaan beruntun, bahkan bisa kecelakaan yang sangat
tragis. Begitu juga manusia. Mereka mestinya selalu berfikir ke depan, bukan
malah berfikir ke arah orang lain. Jikalau mereka memikirkan orang lain, maka
saat waktu itulah mereka menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga.
Manusia sebenarnya
memiliki keberkahan yang sama dari Tuhan YME. Namun, beberapa orang tidak
mengambil keberkahan yang telah dibagi rata kepada seluruh manusia di permukaan
bumi ini. Entah mengapa mereka yang telah menyia-nyiakannya lebih memilih
menolak daripada menerima. Barangkali contohnya seperti para pengemis yang
kerjanya hanya meminta-minta hanya untuk membuat orang-orang yang lain menjadi
iba. Mereka sama sekali tidak menggunakan tenaganya. Kerjaanya hanya
mengulurkan tangan dan berkata, “Pak, bu! Kasihani saya, bu, pak! Sudah 3 hari
saya belum makan!”. Kalimat ini adalah kalimat yang menurut kebanyakan orang
sangat sangat “Kurang Kerjaan”. Namun, tidak semua
para pengemis berkata jujur. Ada juga yang hanya ingin mencari iba.
Namun, di antara semua pengemis yang tersebar di tempat-tempat umum, ternyata
ada juga yang dipaksa untuk menjadi pengemis. Mereka diculik oleh orang-orang
yang barangkali tanpa hati dan perasaan. Lalu, mereka yang tak berdosa
ditampung ke sebuah rumah yang biasanya diberi nama ‘Gubuk’.
Semestinya, seorang
manusia mampu menjadi yang terbaik diantara orang lain. Lihatlah bapak kita, BJ
Habibie. Ia sangat mendunia layaknya seorang selebritis. Meskipun beliau
terlahir dari keluarga sederhana, namun ternyata beliau mampu membuat negeri
ini sangat mendunia. Sekarang, beliau mampu membuat keberhasilan di
kedudukannya sekarang. Beliau sekarang bermukim di negeri yang memiliki tembok
Berlin, Jerman. Saya teringat kepada kepala sekolah saya yang sekarang, Andi
Anshar, S. Pd. Ia berkata kepada seluruh siswa saat beberapa guru MaPel yang
mestinya mengajar di kelas saya. Beliau berkata, “Kini lihatlah, beberapa
penduduk Indonesia mampu membuat segala alat-alat yang kita butuhkan. Bahkan,
kita mampu membuat pesawat tempur yang super. Semestinya, kita mampu meneruskan
ini agar Indonesia semakin maju.”.
Setiap manusia yang
telah diberikan kelebihan yang berbeda-beda oleh Tuhan YME mestinya patut
menyukurinya. Bukan untuk dijadikan alat untuk menyombongkan diri. Dan pastinya
setiap manusia memiliki kekurangan yang berbeda-beda oleh Tuhan YME. Namun,
beberapa orang beranggapan bahwa kekurangan ini merupakan penghambat dalam
menjalani kehidupannya. Tidak halnya kepada para penyandang Cacat. Meskipun
memiliki fisik yang tidak sempurna seperti kita semua, namun mereka mampu
mmbuat negaranya menjadi mendunia. Beberapa penyandang Cacat mampu menyaingi
kehebatan daripada kita semua. Contohnya, seorang atlet lompat jauh yang
memiliki kaki yang tidak sempurna. Namun, itu tidak menjadi penghalang bagi
kariernya. Ia mampu melompat lebih tinggi dibanding atlet-atlet lain yang
memiliki kaki yang sempurna.
0 comments:
Post a Comment